Akhirnya, bisa kembali lagi kesini.. meneruskan Blog yang sudah
terbengkalai selama aku jadi mahasiswi. Well, mungkin yang akan di share
menjadi lebih terkonsep dan bahasa yang digunakan lebih berbeda dari
sebelumnya.
Kemarin, adalah Hari ulang tahunku. I know, it’s not special..
it’s just a Birthday. But, I want to chance from now. I will be a new person. I
want to focus for my priority in my life. Tapi mau bagaimana pun yang namanya
perubahan pasti tidak bisa dilakukan secara instan kan? Jadi, lebih baik
melakukannya secara bertahap, sedikit demi sedikit.
Ini bukanlah berarti aku selalu melakukan perubahan disetiap ulang
tahunku. Tahun ini memang sedikit berbeda. Faktor lelah karena UAS pastilah
pemicunya, kebetulan semester kemarin aku juga dipilih sebagai panitia.. kau
tau sendiri kan? UAS nya anak DKV identik dengan begadang, ditambah menjadi
panitia disaat UAS itu rasanya berkali lipat lelahnya.. bahkan aku benar-benar
tidak tidur beberapa hari. Dari semua kelelahan dan kurangnya apresiasi saat
itu menyebabkan dampak yang luar biasa, semua masalah yang selama ini dipendam
menjadi keluar semua.. you know, betapa sedihnya Broken home kan? Dan sedihnya
dibuat kecewa oleh orang-orang terdekat seperti keluarga, teman, bahkan orang
yang dicintai? Semua itu terasa disaat yang bersamaan. Kerja keras yang tidak
diapresiasi pun membuat aku kecewa dengan diriku sendiri. Tentu saja ini
saat-saat terpuruk yang akan membuat kamu berpikir, apakah aku salah jurusan?
Apakah aku tidak berbakat? Apakah aku tidak bisa percaya lagi pada seseorang?
Kesedihan seperti ini sudah pasti membuat air mata hadir disetiap malamnya.
Dari saat keterpurukan itu lah aku berpikir ini saat yang tepat
untuk berubah. Kau harus cepat mengambil keputusan. Mau sampai kapan sedih
seperti ini? At last, aku berpikir kita harus lebih rasional lagi,
mengendalikan perasaan, jangan terlalu terlibat emosi yang tidak perlu dengan
orang lain, fokuslah sama masa depanmu dan semua orang yang berdampak baik
untuk hidupmu. Dan bagian yang paling menyedihkan adalah aku harus meninggalkan
orang yang aku cintai.. walaupun kami LDR dan belum mengenal seutuhnya tapi
entah kenapa orang ini benar-benar menunjukan kasih sayang yang tulus dan rasa
cinta yang begitu sopan. Dia memang luar biasa, bisa membuat seseorang yang
begitu malas dengan urusan cinta menjadi terbuai berubah begitu manis dan
menyayanginya dengan sepenuh hati. Tapi, dia benar-benar menenggelamkanku
dengan imajinasi yang begitu indah, dia menyingkirkan logika dan pemikiran
rasionalku. Aku memang berterimakasih atas semua kasih sayang yang sudah
diberikan, tapi mau bagaimanapun aku ingin berjuang bersama dengan orang yang
dicintai maju menghadapi dunia yang pahit ini, bukan menjadi buta oleh imajinasi
karena orang yang dicintai. Jika kamu tidak ingin berjuang bersamaku, maka
dengan berat hati aku harus menguucapkan selamat tinggal dan terimakasih untuk
segala kebaikan yang sudah kau berikan.
Pada akhirnya, semua orang memang haruslah berubah.. berani
melangkah maju menghadapi tantangan hidup yang selanjutnya.


0 Pendapat